Ya.....Benar,
Performance Machine Motorcycle
Jika di terjemahkan dalam bahasa indonesia artinya "Peforma Mesin Sepeda Motor".
Itulah nama produk yang saya bagikan buat teman2 pembaca blog ini.
Produk ini berbentuk cair dan tidak berwarna,hasil dari sebuah penelitian menggunakan metode dan peralatan modern.
Metode Penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bioethanol dari bahan tetes tebu dengan kadar 96% dan bahan bakar pertamax produksi Pertamina dengan angka oktan 92 sebagai bahan pencampur ethanol.
Pengujian prestasi mesin dilakukan dengan menggunakan dinotester dengan skema seperti ditunjukan gambar 1.
Parameter yang diukur dalam pengujian ini adalah torsi,daya mesin pada berbagai prosentase campuran.Sedangkan specific fuel consumption(SFC) diukur dengan menggunakan burret.
Pengukuran dilakukan pada range putaran mesin 3000 - 10000 RPM.
Motor yang digunakan untuk pengujian adalah kendaraan bermotor tipe 1 silinder 4-langkah,pendingian udara,dengan spesifikasi mesin sebagai berikut :
a. Diameter x langkah : 53,5 x 48,8 mm
b. Volume langkah : 110 cc
c. Perbandingan kompresi :9,6 : 1
d. Daya maksimal :7,7 PS/7000 rpm
e. Torsi maksimal :0,81 kgf.m/6000 rpm
f. Transmisi :4 kecepatan
g. Sistem pengapian :CDI (Condenser Discherged Ignition)
Pengujian mula-mula dilakukan terhadap bahan bakar pertamax sebagai bahan acuan,kemudian dilakukan pengujian terhadap bahan bakar pertamax (E 0) dan bahan bakar campuran pertamax serta bioethanol dengan prosentase 5%(E 5),10%(E 10),15%(E 15),dan 20%(E 20).Data-data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan.
Hasil Uji Coba
Dari grafik torsi terhadap putaran(gambar 2) dapat diketahui bahwa pada putaran rendah hingga menengah terjadi kenaikan torsi yang dihasilkan oleh mesin dari semua jenis bahan bakar campuran yang diuji dibandingkan dengan bahan bakar pertamax.
Pada range kecepatan ini torsi terbesar diperoleh pada bahan bakar campuran dengan prosentase bioethanol sebesar 20% mencapai 8,13 N.m Pada putaran 5994 RPM, sedangkan besarnya torsi maksimum yang dihasilkan oleh bahan bakar pertamax hanya mencapai 7,91 N.m pada putaran 5829 RPM.
Dari grafik torsi terhadap putaran(gambar 2) dapat diketahui bahwa pada putaran rendah hingga menengah terjadi kenaikan torsi yang dihasilkan oleh mesin dari semua jenis bahan bakar campuran yang diuji dibandingkan dengan bahan bakar pertamax.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas di peroleh kesimpulan :
Karena etanol memiliki angka oktan yang lebih tinggi daripada Pertamax dan premium
maka perbandingann kompresi yangh bias dipakai juga lebih tinggi dan
efisiensi thermal teoritisnya akan lebih tinggi.
Etanol dapat terbakar lebih sempurna sehingga gas buang lebih ramah lingkungan.
Tindak Lanjut
Dari hasil diatas maka terciptalah hasil pengembangan dari bioethanol,yang berhasil membuat sebuah fermentasi dan mengambil inti dari bioethanol yang kemudian diberi nama "Performance Machine Motorcycle"
 |